Popular Post

Pengertian Fotografi

By : tryas indradi hamara



Pengertian Fotografi adalah adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Memang benar, kebanyakan jika anda mencari pengertian fotografi jawabannya hampir sama semua yaitu proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana cara mendalami seni fotografi tersebut. Setelah mengetahui pengertian fotografi secara umum, lalu apa yang ada di pikiran anda tentang fotografi ?
Fotografi adalah sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu.

Pengertian Fotografi Adalah Seni
Bila pengertian fotografi adalah proses seni melukis dengan media cahaya, maka setiap orang bisa melakukan kegiatan fotografi jika mempunyai sebuah kamera, tetapi apakah semua orang dapat menghasilkan sebuah seni ?
Seni adalah sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan atau intisari dari kreativitas.
Seni yang paling utama dalam fotografi adalah komposisi, dengan komposisi yang baik maka foto yang dihasilkan akan mempunyai makna dan cerita yang bisa disampaikan.

Tips mengasilkan Karyaa bagus saat Fotografi

By : tryas indradi hamara



Untuk menghasilkan sebuah hasil karya yang bagus atau menarik ada beberapa faktor, faktor yang paling utama adalah faktor pencahayaan, tanpa cahaya atau pencahayaan yang baik akan terlalu sulit untuk menghasilkan hasil karya yang bagus, untuk itu dibutuhkan faktor yang kedua.
Faktor kedua adalah fotografer, foktor ini juga penting, karena tanpa fotografer proses fotografi tidak akan terjadi. Disini fotografer akan dituntut dan di uji seni atau kreatifitas nya untuk menghasilkan subuah foto yang bagus atau menarik.
Fotografer adalah sebuah profesi, fotografer hidup dengan fotografi.
Faktor yang ketiga adalah kamera, tanpa kamera proses fotografi pun tidak  terjadi. Kamera adalah alat pokok pada kegiatan fotografi. Faktor yang terakhir adalah faktor pendukungm seperti lensa cadangan, alat bantu cahaya ( lampu flash kamera), reflektor, tripod, dan lain-lainnya
Tidak perlu menggunakan kamera yang mahal untuk menciptakan sebuah karya seni fotografi.
Setelah faktor-faktor diatas menjadi satu, seorang fotograferlah yang kemudian menjadi faktor utama untuk menciptakan sebuah seni foto yang bagus dan menarik.
Sebuah Foto yang bagus itu adalah relatif, dan foto yang jelek adalah mutlak.
Jenis dan

Jenis Kamera Digital

1. Point and Shoot (PAS)
Penggunaannya mudah, ukurannya relatif kecil (pocket/kompak), lensa tidak bisa diganti-ganti, harganya relatif murah. Misalnya kamera mobile phone dan kamera digital biasa.
2. Prosumer
Kamera pertengahan, ukuran dan harganya antara PAS & DSLR, kamera PAS yang memiliki beberapa kontrol manual, lensa tidak bisa diganti-ganti.
3. Digital Single Lens Reflect (DSLR)
Full manual control & otomatis, lensa fleksibel dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan, ukurannya relatif besar, harganya relatif mahal.


Tahapan Foto Digital



1. Image Acquisition (Input)

Proses pengambilan foto (hmmm… disinilah perlunya teknik pengambilan foto).
2. Image Processing


Pengolahan foto dengan software ex. Adobe Kotoshop (T_T), ACD See, Corel Photo Paint (pokok é banyak deh…), disini tahapan untuk mengatur warna, pencahayaan lanjutan, ketajaman (sharpness), dan komposisi lanjutan (cropping)
3. Print Out (Output)

Karna penyesuaian (kalibrasi) warna monitor dengan warna print out… jadinya tahapan ini agak susah.

Klasifikasi Fotografi


Sebenarnya pengklasifikasian fotografi ini sulit dan bersifat subjektif, namun secara umum dapat dibagai atas 5 bidang yaitu:


1.      Lokasi dan Jenis Objek: Urban, Travel, Nature, Wild Life, Under Water Photography
2.      Aktivitas Manusia: Wedding, Event, Sport Photography
3.      Ilmu Pengetahuan (Science): Forensic, Science, Medical Photography
4.      Konsep: Art, Documentary, Advertising Photography 
5.   Teknik/Peralatan Fotografi: Wide, Macro, Aerial Photography

Tips Teknik Mendapatkan Hasil Foto yang Bagus

By : tryas indradi hamara



Tips paling utama adalah sering mengamati foto-foto yang bagus. Semakin sering kita mengamati foto-foto yang bagus, lama-lama tanpa disadari kita akan memiliki sense foto yang bagus. Foto-foto yang sangat berkualitas, baik dari segi seni atau pemberitaan

Lalu, mengenai penggunaan Kamera, kamera jenis apapun dari yang murahan hingga yang mahalan (?) :D kalau memang benar-benar minat fotografi pasti tidak akan kesulitan deh, pake aja tekni trial and error, sambil baca-baca juga buku manualnya.

lalu, pahami benar Point of Interest (POI), ketahui benar objek yang mana yang mesti ditonjolkan, sehingga bila orang melihat foto itu, dia akan otomatis melihat POI tersebut.

Adapun faktor-faktor yang menentukan kualitas hasil foto menurut Rahmad Agus Koto (2012) adalah:

  1. Kondisi Objek
  2. Pencahayaan (Exposure)
  3. Warna
  4. Fokus/Ketajaman (Sharpness)
  5. Komposisi
  6. Sudut Pandang (Viewing Angel)

4 Macam Lensa yang sering di gunakan

By : tryas indradi hamara


Lensa adalah alat penunjang untuk membidik, namun untuk tipe kamera SLR atau pun DSLR lensa menjadi sangat prioritas bagi setiap pemiliknya, dan jenis lensa seperti apa saja sih yang sering digunakan oleh para fotografer? Ini dia jawabannya, lima lensa yang sering di gunakan menurut bisnisfotografionline.com
1. Lensa Standar


Semua kamera menyediakan fasilitas lensa standar, yaitu berukuran 50mm. Lensa ini menunjukan objek yang sebenarnya yang tampak padamata kita. Lensa ini cocok digunakan untuk menangkap objek di mana pemotret sejajar dengan pandangan mata objek.

2. Lensa Sudut Lebar (Wide Lens)


Seperti pada namanya, lensa sudut lebar (wide lens) dapat menjangkau objek pemotretan lebih luas atau lebar. Lensa ini membuat objek yang ada di tengah jendela bidik terlihat lebih jauh dan kecil.
Ada beberapa ukuran lensa sudut lebar, yaitu 17mm, 20mm, 24mm, 28mm dan 35mm. Lensa ini cocok untuk memotret panorama, arsitektur dan suasana kemeriahan. Ada juga jenis lensa wide berukuran 14mm, 15mm dan 16mm, yang disebut fish eye. Lensa ini biasanya digunakan untuk memotret arsitektur atau pemandangan alam.

3. Lensa Tele

Lensa ini membentuk ruang tajam (depth of field) yang sempit, sehingga objek menjadi lebih menonjol dari sekitarnya. Yang termasuk lensa tele adalah ukuran 70mm ke atas. Ukuran lensa ini baik pemotretan profil. Juga baik untuk kroping komposisi yang tidak diinginkan dan membuat efek mengkaburkan pada lingkungan sekitar objek yang tidak menjadi pusat perhatian.
Beberapa ukuran lensa tele adalah 135mm, 180mm, 300mm dan 400mm. Lensa ini cocok untuk pemotretan model, panorama, olahraga dan jurnalistik.

4. Lensa Makro

Lensa ini biasa digunakan untuk memotret benda-benda yang kecil seperti perhiasan, berlian, serangga, bunga dan sebagainya.
Jenis ukuran lensa makro tidak sama pada setiap
merk kamera, ada yang 55mm, 60mm

Tips menggunakan Flash kamera yang baik

By : tryas indradi hamara
 
1. Tahu Kapan Menggunakan Flash
Beberapa orang menggunakan flash mereka di sepanjang waktu, yang dapat menyebabkan mereka melakukan pemotretan selalu menggunakan flash. Lainnya mematikannya sepenuhnya dan tidak pernah menggunakannya. Saya cenderung untuk tetap meletakan Flash pada kamera dan menggunakannya ketika diperlukan.
Kamera Anda mungkin akan memperingatkan Anda dengan ikon di jendela bidik saat cahaya terlalu rendah untuk foto yang baik tanpa lampu Flash - periksa panduan pengguna kamera Anda untuk melihat bagaimana menafsirkan pesan-pesan ini. Anda juga dapat memeriksa apa kecepatan rana kamera saat sedang digunakan, mungkin di bawah 1/60 detik terlalu lambat. ataupun harus meningkatkan ISO (yang akan meningkatkan sensitivitas sensor), atau menyalakan lampu Flash.

2. Tahu Mode Flash Kamera Anda
Lampu Flash kamera Anda mungkin memiliki pengaturan lebih sekedar dan mematikan. Pelajari panduan penggunaan kamera untuk mengetahui tentang cara menggunakan lampu Flash kamera Anda. Anda harus tahu kapan harus beralih untuk menggunakan flash (sangat baik untuk melakukan pengambilan gambar orang di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung untuk menghindari bayangan yang mengganggu) dan menggunakan pengurangan red eye (dalam ruangan dalam cahaya rendah, ketika gambar penembakan orang).

3. Gunakan Flash Eksternal
Built-in Flash kamera Anda memiliki rentang yang sangat terbatas. Dalam kebanyakan kasus, itu akan menerangi hanya sampai sekitar 10 meter dari kamera Anda. Jika Anda perlu untuk menembak dengan jarak yang lebih jauh seperti auditorium sekolah misalnya, pertimbangkan untuk menambahkan flash eksternal untuk kamera Anda. Bahkan pada beberapa Flash kamera  dapat mengakomodasi cahaya sampai seluas jangkauan ke 30, 40, atau bahkan 50 kaki. Anda juga dapat melakukan hal-hal dengan lampu kilat eksternal yang tidak dapat dilakukan dengan Flash bawaan kamera, seperti memantulkan cahaya.

4. Bouncing Light
(memantulkan cahaya)Jika Anda menggunakan flash eksternal untuk mencoba untuk mengangkat cahaya, kadang akan menghasilkan sebuah penchayaan yang terlalu keras. Tapi jika anda menggunakan teknik Bouncing Light akan dapat meringankan dan menaturalkan foto Anda. Anda dapat memantulkan cahaya dari langit-langit atau menggunakan kartu bouncing, yang berdifusi dan meneruskan cahaya dari flash. Anda dapat membeli kartu bouncing. Namun biasanya kartu ini telah tersedia dalam paket pembelian Flash Eksternal anda.

5. Penggunaan Flash pada Area yang Luas
Ingin mengambil gambar dari sebuah ruangan besar tapi flash kamera hanya bisa melempar cahaya pada hanya pada sebagian area? Anda akan membutuhkan flash eksternal. Jangan terpaku pada kamera dan hanya menyalakannya saat memegangnya di tangan Anda. Pada kenyataannya, bahkan tidak perlu kompatibel dengan kamera, bisa menggunakan flash pinjaman dari seorang teman yang bekerja dengan kamera yang berbeda. untuk itu anda perlu untuk menggunakan tripod dan wireless triger. dan kemudian menyebarkan flash eksternal anda di seluruh ruangan. alhasil pada saat memencet tombol shutter, semua flash yg ada akan menyala bersamaan

 




 

- Copyright © Anime,Game,Info - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -